terkadang
sesosok wajah yang mencerminkan
perasaaan hati harus di tutupi,,
dikala duka menjadi keceriaan
kepedihan menjadi tawa
perih menjadi senyuman
topeng,,,
topeng yang di buat oleh perasaan
untuk menutupi suara hati yang sebenarnya
sebuah kesenduan hati menjadi senyuman maya
terkuak dalam sebuah pancaran mata yang tak-kan tertutup dari topeng itu sendiri
entah,,
sakit atau tidak menahan
apa yang ada dihati,,
cerita yang tersimpan akan menjadi bom waktu
untuk diri sendiri yang menjerumuskan kedalam
lubang atas nama penderitaan,,
hidup dan bertahan dengan sesosok atau lebih topeng yang
di ajarkan oleh kehidupan
membuat diri seakan-akan menjadi kuat dengan
menampilkan kekuatan
saat menutupi jiwa yang rapuh,,,
kerapuhan yang tak terlihat
keindahan dari "seni"
kebohongan,,
kebohongan dari kejujuran,,,
tidak lah mudah
melawan diri sendiri
dirisendiri yang notabekan sebagai
musuh terbesar dari setiap makhluk hidup
terutama manusia,,,
musuh yang hidup dari sebongkah raga yang di kendalikan
oleh roh yangberpusat pada akal dan pikiran
dengan racun emosi dan ke-egoisan
yang telah di asah oleh derita dari kenangan pahit
yang terperangkap oleh satu jiwa,,,
manusia,,,
tersenyum,,,
;)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
tapi sekarang topengny hampir terbuka,tinggal pilih mau dilepas atau pasang lagi?
BalasHapus